KLASTERISASI KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN INDIKATOR KINERJA PEMBANGUNAN

  • Sugiarto Sugiarto Universitas Airlangga
  • Wisnu Wibowo Universitas Airlangga
Keywords: inequality, development performance, cluster analysis

Abstract

Masalah ketimpangan pembangunan antarkabupaten/kota di Jawa Tengah masih terjadi meskipun pembangunan ekonomi di provinsi ini cukup berhasil. Untuk mengatasinya diperlukan kebijakan berbasis wilayah. Studi ini bertujuan melakukan klasterisasi wilayah berdasarkan indikator kinerja pembangunan manusia, infrastruktur, dan ekonomi untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis wilayah. Principal component analysis (PCA) dan analisis faktor digunakan untuk mereduksi variabel kinerja pembangunan yang saling berkorelasi, sedangkan analisis cluster digunakan untuk melakukan klasterisasi kabupaten/kota berdasarkan indikator kinerja pembangunan. Dari PCA dan analisis faktor terbentuk 3 faktor kinerja pembangunan manusia, 3 faktor kinerja pembangunan infrastruktur, dan 2 faktor kinerja pembangunan ekonomi, sedangkan analisis cluster menghasilkan 5 klaster kabupaten/kota. Kinerja pembangunan manusia tinggi, infrastruktur sangat tinggi, dan ekonomi tinggi dimiliki oleh Klaster 1, yang terdiri dari 4 kota. Klaster 2, memiliki karakteristik kinerja pembangunan manusia sangat tinggi, infrastruktur tinggi, dan ekonomi sangat tinggi, terdiri dari 1 kota. Klaster 3, memiliki karakteristik kinerja pembangunan manusia sangat rendah, infrastruktur sedang, dan ekonomi sedang, terdiri dari 7 kabupaten. Klaster 4, memiliki karakteristik kinerja pembangunan manusia sedang, infrastruktur rendah, dan ekonomi rendah, terdiri dari 12 kabupaten. Sepuluh kabupaten dan satu kota lainnya berada pada Klaster 5 dengan ciri-ciri kinerja pembangunan manusia tinggi, infrastruktur tinggi, dan ekonomi rendah.

Published
2020-05-11